SCOPE Gelar Training Petroleum Engineering for Non-Petroleum Engineer

scope.pertamina
September 2, 2026

SCOPE (Subholding Upstream Collaboration on Petroleum Engineering) menyelenggarakan “Training Petroleum Engineering for Non-Petroleum Engineer” pada 22–24 Juni 2026 di Pertamina Corporate University (PCU), Gedung YPKP Simprug.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan dasar-dasar kegiatan operasi hulu minyak dan gas kepada para pekerja dengan latar belakang non-petroleum engineering. Peserta memperoleh pemahaman umum mengenai reservoir engineering, petroleum engineering, operasi produksi, artificial lift, pengeboran, serta kegiatan well intervention dalam rangkaian pengembangan lapangan dan operasi produksi.

Pada hari pertama, pelatihan membahas “Reservoir Engineering Fundamentals”, meliputi konsep dasar reservoir, karakteristik batuan dan fluida, serta peran reservoir engineering dalam pengelolaan dan pengembangan lapangan migas.

Hari kedua dilanjutkan dengan materi “Petroleum Engineering, Artificial Lift & Production Overview”. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada prinsip dasar petroleum engineering, proses produksi migas, serta berbagai sistem artificial lift yang digunakan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan produksi sumur.

Pada hari ketiga, peserta mendapatkan pembekalan mengenai “Drilling & Well Intervention Fundamentals”. Materi mencakup gambaran umum proses pengeboran dan kegiatan intervensi sumur yang dilakukan untuk menjaga integritas, memulihkan, maupun meningkatkan kinerja produksi sumur.

Pelatihan menghadirkan para praktisi dari berbagai wilayah operasi Pertamina sebagai instruktur, yaitu Saesarian Izwardy, Senior GGR Subsurface Development Area 2 Zona 8; Sylvan Ramadan El Abdinni, Senior Engineer Reservoir SHU; Nur Ainida Gia, Senior Engineer DWI Operation Regional 3; Karina Sari, Superintendent Drilling Pertamina East Natuna; serta I Gde Permana, Senior Analyst Production Performance PHI.

Melalui pelatihan ini, SCOPE berupaya meningkatkan pemahaman lintas fungsi mengenai alur kerja terintegrasi dalam operasi hulu migas, mulai dari pengelolaan reservoir, optimasi produksi, pelaksanaan pengeboran, hingga kegiatan well intervention. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan koordinasi antarfungsi dalam mendukung kegiatan operasional yang aman, efektif, dan berkelanjutan.